‎Dugaan Titipan Warnai SPMB di Garut, Tata Kelola Disdik Dipertanyakan Sejumlah Pihak

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:39 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut – Tata kelola Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menjadi sorotan menyusul munculnya dugaan adanya titipan calon murid dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sejumlah sumber menyebut kondisi tersebut membuat beberapa sekolah kesulitan menjalankan proses penerimaan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, pada Selasa (17/7) sekitar pukul 09.30 WIB, beberapa sekolah mengaku kebingungan karena adanya dugaan titipan calon murid yang disebut berasal dari oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

‎Menurut sumber, dugaan titipan tersebut disebut terjadi di sejumlah sekolah favorit. Kondisi itu dinilai menempatkan pihak sekolah pada posisi yang sulit karena harus menjalankan aturan SPMB, namun di sisi lain dihadapkan pada adanya dugaan permintaan untuk mengakomodasi calon murid tertentu.

‎Akibat situasi tersebut, sejumlah orang tua calon murid dikabarkan menyampaikan keberatan karena anak mereka yang memiliki domisili sesuai ketentuan maupun nilai yang memenuhi syarat tidak diterima di sekolah tujuan. Kondisi itu disebut memicu kekecewaan hingga mendorong sebagian orang tua menyampaikan aspirasi.

‎Menurut sumber di sejumlah sekolah, pihak sekolah berupaya menenangkan para wali murid yang menyampaikan keberatan dengan memberikan penjelasan bahwa tidak diterimanya calon murid bukan berarti yang bersangkutan tidak memenuhi syarat. Sekolah disebut menjelaskan bahwa kemungkinan penyebabnya adalah pemilihan jalur pendaftaran yang kurang tepat, seperti tidak mendaftar melalui jalur prestasi atau jalur domisili (zonasi) sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Meski demikian, penjelasan tersebut dinilai belum sepenuhnya dapat meredam kekecewaan para wali murid. Sejumlah sumber menyebut masih banyak orang tua yang mempertanyakan transparansi proses seleksi, terutama terkait munculnya dugaan adanya titipan calon murid.

‎”Yang bingung bukan hanya sekolah, tetapi beberapa komite sekolah juga mengaku kebingungan dengan adanya dugaan titipan tersebut,” ujar salah seorang sumber.

‎Sejumlah pihak pun menilai tata kelola Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dalam pelaksanaan SPMB perlu dievaluasi agar proses penerimaan murid berjalan lebih transparan, objektif, akuntabel, dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan.

‎Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Priayadi, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi.

‎Media ini juga menerima informasi dari sumber lain yang menyebutkan bahwa Teguh Iman Priayadi dikabarkan tengah menghadapi persoalan terkait pelaksanaan tugasnya. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada keterangan resmi dari pihak yang bersangkutan maupun instansi terkait. Oleh karena itu, media masih terus berupaya memperoleh konfirmasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

‎Di tempat terpisah, sumber lain menyebut bahwa komunikasi dan penyampaian informasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut kini disebut terpusat melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), H. Iyan Sopiyan. Namun hingga berita ini diterbitkan, H. Iyan Sopiyan maupun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut juga belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan media.

‎Media ini tetap menjunjung tinggi asas keberimbangan dan membuka ruang hak jawab kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut maupun seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. Apabila terdapat klarifikasi atau penjelasan resmi, media akan memuatnya pada pemberitaan berikutnya sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik.

‎(Red)

Berita Terkait

Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat
Setangkai Harapan dalam Sebuah Tongkat: GM FKPPI Rayon Medan Maimun Tak Kenal Lelah Menebar Kebaikan
Dari Ribuan Doa hingga Senyum Anak Yatim, Syukuran Hari Lahir ke 39 Ferdy Sanjaya Sembiring Dipenuhi Cinta dan Keberkahan
Tuntut Keadilan, Tim Hukum Desak Kapolda Sumut Copot Kapolsek, Kanit, dan Penyidik Polsek Medan Baru
TESMI Dilantik, Ketum PB ISMI Nizhamul Minta PW ISMI Sumut Kerjasama dengan Pemprovsu
Ketua AJMI Ryan Sinaga Hadiri Pernikahan Khairunnisyah dan Briptu Fiqri, Doakan Rumah Tangga Bahagia hingga Akhir Hayat
Seminar Sehari GKPI JK Sentosa Perkuat Semangat Misi, Dorong Jemaat Menjangkau yang Belum Terjangkau
Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:36 WIB

Setangkai Harapan dalam Sebuah Tongkat: GM FKPPI Rayon Medan Maimun Tak Kenal Lelah Menebar Kebaikan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:19 WIB

Dari Ribuan Doa hingga Senyum Anak Yatim, Syukuran Hari Lahir ke 39 Ferdy Sanjaya Sembiring Dipenuhi Cinta dan Keberkahan

Senin, 27 Juli 2026 - 20:26 WIB

Tuntut Keadilan, Tim Hukum Desak Kapolda Sumut Copot Kapolsek, Kanit, dan Penyidik Polsek Medan Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

TESMI Dilantik, Ketum PB ISMI Nizhamul Minta PW ISMI Sumut Kerjasama dengan Pemprovsu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:27 WIB

Seminar Sehari GKPI JK Sentosa Perkuat Semangat Misi, Dorong Jemaat Menjangkau yang Belum Terjangkau

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:26 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:53 WIB

Blusukan Kemanusiaan GRIB Jaya Kota Medan: Menjemput Asa dari Rumah Kardus yang Terlupakan

Berita Terbaru