MEDAN –
Nama Romeo Ardion Sianturi dikenal sebagai salah satu senior Ikatan Pemuda Karya (IPK) Medan Sunggal yang tetap konsisten menjaga semangat perjuangan organisasi lintas generasi.
Bergabung sejak angkatan 1986 di Simpang Barat Sei Sekambing D, ia ditempa langsung di bawah kepemimpinan Almarhum Abangda Uli Tobing, sosok yang dikenangnya sebagai panutan dalam membangun loyalitas, keberanian, dan solidaritas.
Bagi Romeo, menjadi kader militan bukan sekadar berani menghadapi tantangan dari luar organisasi. Lebih dari itu, ia meyakini bahwa kekuatan IPK justru lahir dari kekompakan dan persaudaraan antarsesama kader.
“Aku militan IPK angkatan 1986 Simpang Barat Sei Sekambing D, di bawah pimpinan Almarhum Abangda Uli Tobing. Aku tidak takut menghadapi bendera seberang. Tapi aku memilih mundur ketika harus ribut dengan sesama bendera kita atau dengan kawan sendiri,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan prinsip yang dipegang teguh Romeo Ardion Sianturi selama puluhan tahun berkiprah di organisasi.
Baginya, menjaga persatuan, menghormati senior, merangkul junior, dan mempererat tali persaudaraan merupakan nilai yang harus diwariskan kepada generasi penerus.
Dengan rekam jejaknya yang panjang, Romeo Ardion Sianturi menjadi salah satu figur senior IPK Medan Sunggal yang dikenal karena loyalitas, konsistensi, dan komitmennya dalam menjaga marwah organisasi melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan lintas generasi.(red)





















