Dari Lahan Tidur ke Lahan Subur, Lapas Labuhan Ruku Tanam 500 Bibit Pisang di Air Joman, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian WBP

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:46 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batubara –

Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku.

Jumat (20/02/2026), lapas tersebut melaksanakan penanaman 500 bibit pisang di lahan produktif milik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang berada di Kecamatan Air Joman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan kelanjutan pemanfaatan lahan Air Joman yang sebelumnya sukses ditanami jagung.

Kini, komoditas pisang dipilih sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan hasil pertanian sekaligus memperluas pengembangan agribisnis berbasis pembinaan.

Penanaman bibit pisang tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, Pimpinan PT Hijau Surya Biotechi Budi Candra, serta Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, bersama jajaran pejabat struktural.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi simbol sinergi nyata dalam mendukung program pembinaan berbasis kerja produktif.

Secara simbolis, Kalapas Hamdi Hasibuan bersama Wakil Bupati Asahan dan Pimpinan PT Hijau Surya Biotechi melakukan penanaman bibit pisang di area yang telah dipersiapkan.

Hingga sore hari, sebanyak 500 bibit pisang ditanam dengan melibatkan warga binaan yang telah dibekali keterampilan pertanian.

Menariknya, PT Hijau Surya Biotechi juga memberikan dukungan tambahan berupa 100 bibit pisang Merah Barangan yang dikirim pada sore hari.

Bahkan, dalam dua hari ke depan dijadwalkan kembali penanaman massal sebanyak 1.000 bibit pisang Merah Barangan di lokasi yang sama.

Langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang menjadikan lahan Air Joman sebagai sentra pertanian produktif berbasis pembinaan.

Kegiatan tersebut juga terintegrasi dengan program asimilasi kerja luar tembok. Melalui skema ini, warga binaan diberikan kesempatan bekerja langsung di lahan pertanian dengan pengawasan dan pendampingan ketat dari petugas pemasyarakatan.

Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik mengolah dan meratakan lahan hingga proses penanaman.

Kalapas Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud keseriusan Pemasyarakatan dalam menciptakan warga binaan yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat.

“Program ini adalah bentuk komitmen kami dalam membina warga binaan agar memiliki kemampuan dan mental mandiri. Melalui asimilasi kerja luar tembok, mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata, sehingga setelah bebas nanti siap hidup produktif dan tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lapas Labuhan Ruku dalam mengubah lahan tidur menjadi lahan subur yang bernilai tambah, baik bagi institusi maupun bagi pembinaan warga binaan.

Dengan semangat kolaborasi dan pengawasan yang optimal, kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dari lahan Air Joman, harapan baru terus ditanam—setiap bibit pisang menjadi simbol langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau, produktif, dan penuh keberkahan, sekaligus bukti bahwa Pemasyarakatan hadir membina, memberdayakan, dan menguatkan reintegrasi sosial.(AVID)

Berita Terkait

Kuasa Hukum dr. Paulus Minta Polisi Tuntaskan Laporan Dugaan Penipuan, Soroti Penanganan Perkara Utang Piutang
Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Apresiasi Layanan dan Program Pembinaan Rutan Kelas I Medan
Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional dan Selamatkan Hampir Sejuta Jiwa
133 Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Kapolda Riau: Bangun Kepercayaan Publik dengan Karya Nyata
Lapas Kelas I Medan Terima Kunjungan Kerja Staf Ahli, Staf Khusus, dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
PTPN IV PalmCo Raih Tiga Penghargaan Tata Kelola, Perkuat Kinerja Operasional dan Efisiensi
Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Imipas Apresiasi Kinerja Rutan Perempuan Medan dalam Tingkatkan Pelayanan Pemasyarakatan
Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karo Lanjutkan Pembuktian Perkara Dugaan Tindak Pidana Kehutanan dengan Terdakwa Jesse Togatorop dan Manto Nababan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:25 WIB

Kuasa Hukum dr. Paulus Minta Polisi Tuntaskan Laporan Dugaan Penipuan, Soroti Penanganan Perkara Utang Piutang

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:23 WIB

Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Apresiasi Layanan dan Program Pembinaan Rutan Kelas I Medan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:05 WIB

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional dan Selamatkan Hampir Sejuta Jiwa

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:59 WIB

133 Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Kapolda Riau: Bangun Kepercayaan Publik dengan Karya Nyata

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:16 WIB

Lapas Kelas I Medan Terima Kunjungan Kerja Staf Ahli, Staf Khusus, dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:47 WIB

Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Imipas Apresiasi Kinerja Rutan Perempuan Medan dalam Tingkatkan Pelayanan Pemasyarakatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:41 WIB

Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karo Lanjutkan Pembuktian Perkara Dugaan Tindak Pidana Kehutanan dengan Terdakwa Jesse Togatorop dan Manto Nababan

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:19 WIB

Silaturahmi Kapolres Binjai ke Lapas Kelas IIA Binjai, Perkokoh Kolaborasi Keamanan Pemasyarakatan

Berita Terbaru