MEDAN
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Sujahri Somar, secara langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) Caretaker Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sumatera Utara kepada Diga Pinem sebagai Ketua Caretaker DPD GMNI Sumatera Utara.
Penyerahan SK tersebut merupakan bagian dari langkah strategis organisasi untuk memastikan keberlangsungan roda organisasi, memperkuat konsolidasi kader, serta mengakselerasi agenda kaderisasi dan perjuangan GMNI di Sumatera Utara. Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa GMNI harus terus hadir sebagai organisasi kader ideologis yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan Marhaenisme.
Sebagai Ketua Caretaker DPD GMNI Sumatera Utara, Diga Pinem menegaskan bahwa kepengurusan caretaker akan menjalankan seluruh tugas dan amanah organisasi secara bertanggung jawab, demokratis, dan berlandaskan prinsip-prinsip ideologis GMNI. Sebagaimana diketahui tugas dan tanggungjawab Caretaker DPD GMNI berdasarkan AD/ART ialah melaksanakan Konferda dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Diga pun mengatakan Caretaker DPD GMNI Sumatera Utara dibawah kepemimpinannya akan melaksanakan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) Sebagai komitmen penguatan serta pendalaman ideologi seluruh kader-kader GMNI di Sumatera Utara-.
Sebagai bagian dari agenda strategis tersebut, DPD GMNI Sumatera Utara menargetkan aktivasi dan penguatan organisasi di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara. Bagi GMNI, perluasan organisasi bukanlah semata persoalan administratif dan struktural, melainkan bagian dari proses membangun kesadaran kritis rakyat melalui pendidikan politik, kaderisasi ideologis, serta pengorganisasian kekuatan sosial yang progresif dan berwatak kerakyatan.
Aktivasi organisasi di seluruh wilayah Sumatera Utara dipandang penting mengingat semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi masyarakat daerah, mulai dari ketimpangan pembangunan, persoalan agraria, akses pendidikan yang belum merata, kemiskinan struktural, hingga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan aktif kaum muda dan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
DPD GMNI Sumatera Utara memandang bahwa mahasiswa tidak boleh terjebak menjadi kelompok intelektual yang tercerabut dari realitas rakyat. Sebaliknya, mahasiswa harus hadir sebagai pelopor yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praksis sosial, menjadikan kampus sebagai pusat produksi gagasan pembebasan, dan menjadikan rakyat sebagai orientasi utama perjuangan.
Dalam menjalankan fungsi organisasi, DPD GMNI Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah. Sebagai mitra strategis, GMNI mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat pelayanan publik, memperluas akses pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Namun demikian, sebagai organisasi kader perjuangan yang berlandaskan semangat nasionalisme dan kerakyatan, GMNI memiliki tanggung jawab moral dan ideologis untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat atau berpotensi memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
DPD GMNI Sumatera Utara mencermati bahwa berbagai persoalan yang berkembang saat ini, seperti meningkatnya beban ekonomi masyarakat, lemahnya daya beli sebagian kelompok rakyat, tingginya angka pengangguran terdidik, ketimpangan penguasaan sumber daya ekonomi, serta belum optimalnya perlindungan terhadap sektor-sektor produktif rakyat, merupakan tantangan serius yang memerlukan perhatian dan keberpihakan negara secara lebih nyata.
Di bidang politik, GMNI juga menilai bahwa kualitas demokrasi tidak boleh direduksi hanya pada prosedur elektoral semata. Demokrasi harus mampu menjamin partisipasi rakyat yang bermakna, kebebasan berpendapat, ruang kritik yang sehat, serta keterlibatan publik dalam proses pengambilan kebijakan. Negara yang demokratis adalah negara yang tidak anti terhadap kritik, karena kritik merupakan bagian penting dari mekanisme koreksi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Atas dasar itu, GMNI Sumatera Utara akan terus mengedepankan tradisi intelektual yang kritis, objektif, dan konstruktif dalam menyikapi setiap kebijakan publik. Kritik yang disampaikan GMNI bukanlah bentuk antagonisme terhadap pemerintah, melainkan manifestasi tanggung jawab historis kaum intelektual untuk memastikan bahwa arah pembangunan tetap berjalan sesuai amanat konstitusi dan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Seluruh gerak perjuangan DPD GMNI Sumatera Utara akan tetap berpedoman teguh pada prinsip-prinsip Marhaenisme sebagai ideologi perjuangan organisasi. Marhaenisme mengajarkan keberpihakan kepada kaum tertindas, perjuangan melawan segala bentuk eksploitasi manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa, serta keyakinan bahwa rakyat adalah subjek utama perubahan sejarah.
Dengan semangat progresif-revolusioner, DPD GMNI Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Diga Pinem berkomitmen untuk membangun organisasi yang kuat secara ideologis, maju secara intelektual, dan kokoh dalam perjuangan kerakyatan. GMNI akan terus hadir bersama rakyat, belajar dari rakyat, dan berjuang bersama rakyat dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Di Tengah Ketimpangan Sosial, Tekanan Ekonomi Rakyat, dan Tantangan Demokrasi, GMNI Harus Menjadi Pelopor Kesadaran, Penggerak Perubahan, dan Benteng Ideologis Perjuangan Kaum Marhaen.”



















